aN_cVte’s Blog

January 24th, 2009

Kidung perpisahan (ketika cinta tak harus memiliki)

Posted by ancvteviruz in Stories..  Tagged

Duhai cinta , sejak jauh darimu, sungguh mataku tak bisa terpejam.

Aku berteman sepi ,  jiwaku mengembara susuri bukit dan belantara kesunyian,

Kulantunkan syair kerinduan sambil menapak-tilas jejak langkahmu,

Kuberjuang tanpa lelah tuk berjumpa denganmu, merambah badai dan petaka,

Menyambung malam dengan siang tanpa teduh menaungiku

Saat kukenang dirimu , jiwaku terguncang, anganku melayang, akal sehatku hilang.

Dihari ini disaat kutatap wajahmu dibalik remang cahaya purnama,

jiwaku bernyanyi, Hatiku menjadi teduh , kedukaanku mendadak lenyap,

meski tak tahu apa yang kan terjadi setelah  ini.

Duhai cinta , seandainya saja aku mempunyai dua hati

satu kan kuberikan tuk hidupku,

satunya kan kubiar tersiksa dalam cintamu.

Duhai keindahan yang menawan hati,

Kembalikanlah cinta yang ada padamu kepadaku, jika tidak tinggalkanlah aku !

Jangan biarkan tubuhku menjadi sasaran anak panah mereka-mereka yang menghinaku.

Jika saja kata-kata dapat melukai tubuh, tentu tubuhku telah penuh luka karena ucapan mereka.

Duhai bumi tempat keindahan sejati menghampar,

Disaat ku berjalan dalam genggaman tangannya,

Kurasakan jiwaku dan jiwanya tertawan dan tergadai dalam genggaman kuku-kuku hitam.

Seakan dunia menjadi tempat asing- dimanapun  kami berpijak , dimanapun kami  tinggal.

Hanya dikeabadian tempat  kami bertemu…..

Bookmark and Share
January 24th, 2009

Andaikan saja…. Dia tahu…… (Hopefully)

Posted by ancvteviruz in Poem  Tagged ,

Latar belakang kita berbeda, mungkin saja dia tumbuh dengan cukup air dan sinar, maka aku cukup tumbuh dengan bantuan musim-musim.

Ragaku tidaklah seperti tumbuhan yang cukup rindang dan kokoh, biarpun akarku kuat menghujam bumi tapi dahan-dahanku mudah goyah tersapu angin, tapi tidak bagi jiwaku.

Tubuh dan jiwaku bersifat universal, milik dunia yang mengagungkan cinta dan damai, walau aku tertidur atau bahkan mati  jalinan kata2 ku akan tetap hidup dan terjaga karena ia bebas dan abadi.

Saat aku melihat keindahan itu tanganku seakan terulur untuk membawanya kedalam hati, begitu juga saat diriku memandangmu,tak ada kata yang dapat kuucap, kuterjemahkan segala yang ada dalam puisi ,  cermin khayalan intuisi dan  imajinasi dari seseorang yang terpenjara sepi yang bercerita tentang  kehidupan, kematian dan juga cinta …

Bila ku sempat menggangu tidurmu aku mohon maaf, akupun terganggu tidur- dari rasa salahku , yang membiarkan semua ini berjalan, tanpa ku tahu kau menyukainya atau tidak.

Kubangun atau kuhancurkan segala khayalanku itu ?….aku tak tahu harus berbuat apa, biarlah waktu yang akan menjawab semua itu, biarlah puisiku yang membisikkan semuanya padamu, karena ia wakil segala ungkapan hati yang ada dibumi, yang bercerita tentang kau dan aku.

Takkala aku melihat bunga berwarna kuning, kamu sering berkunjung kesana menjemput impian hati, di sana juga kita sempat berjumpa dalam takdir Tuhan, walau kau tidak bertatap muka denganku, dan aku melihat kamu disana….aku melihatmu dalam kekhusyuan shalat….

Karena apalah artinya diriku, maka aku tidak berusaha untuk menyapamu , aku bukanlah siapa-siapa, aku tak ingin menjadi hantu yang tiba-tiba memperkenalkan diri dengan segala impian yang ada dibenaknya, dan bisa saja dirimu melihatku sebagai makhluk yang aneh, bila ku tetap mengikuti hasrat…

Untuk itu kuredam hasratku untuk menyapa dan menghampirimu…biarlah kejadian yang serba kebetulan itu , menambah keasyikanku untuk mencipta….sudah cukup bahagia kurasakan- saat pertemuan yang ganjil itu…bahwa aku benar-benar melihatmu dibelakang saf-ku…..jiwaku bergetar -”ku berdiri didepannya !”, aku tak percaya dengan apa yang terjadi,….ketika ku selesai kau tidak ada disana lagi…..biarlah segala keterkejutanku dan pertemuan tiga menit ini , menjadi jawaban bagi puisi-puisiku yang selama ini membisu, karena tak ada yang menjawab seruannya…….”seandainya saja..ya seandainya saja dia tahu!”.

Bookmark and Share
January 24th, 2009

Coretan hati….

Posted by ancvteviruz in Poem  Tagged

Didalam setiap perenungan dan khayalku, kudapati dirimu menyandungkan bait-bait kasih ditiap celah dinding-dinding kehampaanku.

Dari bait-bait itu ingin rasanya ku menggubah kitab-kitab cinta yang berisi mantra-mantra ajaib yang kuukir dari tetes airmata tangis rindu

Dan seandainya saja jiwa kita bertemu, bersenandung dan menari diatas kitab itu,kuinginlembaran yang tercipta itu menjadi abadi selamanya….

Bookmark and Share
December 19th, 2008

Aku Cinta Padamu..

Posted by ancvteviruz in Poem

Tergores pena asmara..
Pada kertas putih..

Hingga terlukis warna-warni..
Tulisan kata penuh diksi..

Merangkai penuh makna..
Ungkapan hati penuh rasa..

Keluar dari nurani..
Terucap sebuah kata..

AKU CINTA PADAMU……

Bookmark and Share
December 19th, 2008

Senandung Hati Yang Rapuh..

Posted by ancvteviruz in Poem

Ku nyanyikan puisi patah hati..
Di sela-sela mimpiku yang belum mati…
Tapi aku tau, sekali lagi aku terluka..
Apalagi yang harus aku lakukan, agar kamu mau maafkanku..
Apa lagi yang perlu kau tau..
Kau sudah mengerti… Di hatiku hanya terpatri bening wajahmu..
Kenapa kau keruhkan dengan penolakanmu??…
Kau sudah mengerti arti tatapanku..
Tapi mengapa harus terus kau paksakan, agar kata-kata itu keluar dari bibirku..
Ku nyanyikan senandung hati yang rapuh..
Di sela-sela harapanku yang masih berpendar..
Tapi..dalam hati..
Aku tau..
Pasti ku akan terluka lagi..
(-.-)

Bookmark and Share
December 19th, 2008

Jika Kau Mencintaiku..

Posted by ancvteviruz in Poem

Jika kau mencintaiku..
Katakan sekarang.. Saat aku tau..
Cintai aku sekarang, saat aku masih hidup..
Jangan tunggu sampai aku mati..

Jika kau mencintaiku..
Ungkapkan sekarang..
Jika kau tunggu sampai aku tertidur..
Dan tak pernah bangun lagi..
Aku tak bisa lagi mendengarnya..

Jika kau mencintaiku..
Katakan sekarang..
Saat aku masih hidup..
Agar ku bisa membawanya sampai aku mati..

Bookmark and Share
December 18th, 2008

Sebuah Hati Yang Harus Aku Tangguhkan….

Posted by ancvteviruz in Stories..  Tagged

Dari sebuah kisah….

Ketika aku terbangun dari setiap kesunyianku… Seperti saat ini kala mentari membangunkan aku dengan geliat sinarnya yang terasa sedikit menyilaukan kali ini, sehingga membuat mataku sedikit terpejam. Aku bergegas menuju peraduanku, yang kuharap hari ini aku akan menemukan yang kucari..kasihku yang sejati.

Ku berjalan di antara semua gontaiku..lalu aku menemukan dia..yang ku sebut cahayaku…

Dia menyinariku setulus mentari pada sang dewi malam,,mewarnai setiap hari-hariku, menit-menitku, bahkan setiap hela nafasku.

Aku menggenggamnya lebih dari dua revolusi bumi, dengan semua kekhawatiranku, dengan segenap pesimisku, dengan seluruh percayaku.

Meski sebenarnya aku selalu diselubungi rasa takut… Takut akan ketidaksempurnaanku, takut akan kecewanya, takut dia akan berpaling dan takut kehilangannya..aku takut kehilangan cahayaku.

Lambat laun, aku merasa dia seperti udara… Sumber kehidupanku, namun tak lagi dapat ku genggam. Aku menyadari, aku dan dia berbeda. Aku tau, aku dan dia terbengkalai bermil-mil. Aku takut dia pergi, walau aku tau dia sangat mencintaiku.

Dan sesuatu yang aku takutkan kini benar terjadi, cahayaku pergi!!

Dia pergi secepat helaan nafasku.. Dalam ketidaktahuanku, dia menghilang begitu saja…. Tanpa ada pertanda, tanpa aku harus menyadarinya terlebih dahulu.. Tanpa aku sempat meyakinkannya tentang semua cintaku..tentang semua rasaku…..

Bagai tersambar, hatiku mendadak remuk redam, menghalus bak debu, kemudian larut dalam rinai-rinai air mataku yang kian deras.

Oh Tuhan adakah aku tak sejalan dengannya?? Hingga dia pergi..pergi begitu saja…

Aku kecewa?? ya, aku sangat kecewa. Namun aku tetap tak lagi dapat membohongi perasaanku, bahwa dia adalah cahayaku…

satu detik, satu menit, satu jam, satu hari,  satu minggu, satu bulan, satu tahun, aku bergulat dengan semua air mataku yang kian membisu.

Dan tanpa kusadari, seseorang datang menyelamatkanku, aku menyebutnya guardian.. My guardian….

Aku tak menyalahkan kedatangannya, karena memang aku yang menerimanya.. Aku berharap dialah yang akan sejalan denganku, walaupun sesungguhnya aku masih mencintainya dan menyimpan harapan penuh padanya..pada cahayaku…

Tapi dia, seperti mencintaku sepenuh hati.. Sehingga membuatku menanamkan terlalu banyak harapan padanaya..

Tapi ternyata… Cinta ini kembali menyakitkanku..saat semuanya baik-baik saja………seperti cahayaku, dia menghilang!! Secepat kilat yang saat ini menghanguskan mimpi-mimpiku dalam sekejap!!

Dan saat aku mendapatinya.. Dia telah bersama bintang yang lainnya…

Cahayaku redup, seperti semangatku….

Semuanya… mimpi dan air mata ini menjatuhkan aku, hingga aku bersimpuh..dan tak lagi mampu bertumpu pada kakiku sendiri.

kuakui aku rapuh…

Aku sadar.. Aku salah.. Tapi apakah ini..jalan yang harus ku tempuh…

Aku terisak dalam hening malam, benarkah tak ada lagi cinta untukku??

Bahkan rembulan pun tak mau lagi menyinari kegelapanku…..

the black… dalam kegelapanku..menawarkan  aku untuk masuk kedalam hidupnya, dan entah mengapa aku mau… aku setuji.. walaupun aku hanya berniat membantunya untuk keluar dari bayang-bayang masa lalunya yang memilukan…

Tapi…benih-benih itu mulai tumbuh di hatinya……

di saat yang bersamaan pula, cahayaku kembali!!!!

Cahayaku….aku sangat merindukanmu…

Saat dia kembali, aku tak mampu menanyakan mengapa dia pergi… seketika lidahku kelu!!!

Sementara the black, terus menggantungkan berjuta harap padaku……

Dan..guardianku……terus terbang di hadapanku bersama sayapnya yang baru…. Sayap barunya yang bisa menggenggamnya kapan saja dia ingin… Tidak seperti aku… yang terpisah gunung dan lautan..bermil-mil…..

Sungguh….the black..aku sulit mengiyakanmu.. hatiku masih terlalu amat sangat berat pada cahayaku, juga guardianku….

Aku tidak menyalahkan semua rasa sayangmu…. semua perhatianmu.. tapi mungkin belum saatnya hatiku menerima semua itu….

Sungguh….aku hancur setelah tau….ada sayap baru yang menemanimu terbang setiap saatnya……bahkan dihadapanku…..

Dan sungguh…aku bahagia saat cahayaku kembali…..Tapi apakah aku masih sanggup untuk bertahan dengan semua kekuranganku, dan dengan segala kelebihannya…

Tapi aku….

masih goyah……siapa yang harus aku tangguhkan…

Diantara tiga cinta yang menghantuiku…

Ku harap saat aku membuka kedua mataku esok hari, aku akan menemukan jawabannya….

Cahayaku..Guardianku…aku cinta kalian…

Sekarang aku mengerti….

Cinta, rasa sayang, adalah satu-satunya hal yang dapat bercabang, tanpa harus berkurang sedikitpun.

^jayapura,dec, 18-2008

Bookmark and Share