Dari sebuah kisah….
Ketika aku terbangun dari setiap kesunyianku… Seperti saat ini kala mentari membangunkan aku dengan geliat sinarnya yang terasa sedikit menyilaukan kali ini, sehingga membuat mataku sedikit terpejam. Aku bergegas menuju peraduanku, yang kuharap hari ini aku akan menemukan yang kucari..kasihku yang sejati.
Ku berjalan di antara semua gontaiku..lalu aku menemukan dia..yang ku sebut cahayaku…
Dia menyinariku setulus mentari pada sang dewi malam,,mewarnai setiap hari-hariku, menit-menitku, bahkan setiap hela nafasku.
Aku menggenggamnya lebih dari dua revolusi bumi, dengan semua kekhawatiranku, dengan segenap pesimisku, dengan seluruh percayaku.
Meski sebenarnya aku selalu diselubungi rasa takut… Takut akan ketidaksempurnaanku, takut akan kecewanya, takut dia akan berpaling dan takut kehilangannya..aku takut kehilangan cahayaku.
Lambat laun, aku merasa dia seperti udara… Sumber kehidupanku, namun tak lagi dapat ku genggam. Aku menyadari, aku dan dia berbeda. Aku tau, aku dan dia terbengkalai bermil-mil. Aku takut dia pergi, walau aku tau dia sangat mencintaiku.
Dan sesuatu yang aku takutkan kini benar terjadi, cahayaku pergi!!
Dia pergi secepat helaan nafasku.. Dalam ketidaktahuanku, dia menghilang begitu saja…. Tanpa ada pertanda, tanpa aku harus menyadarinya terlebih dahulu.. Tanpa aku sempat meyakinkannya tentang semua cintaku..tentang semua rasaku…..
Bagai tersambar, hatiku mendadak remuk redam, menghalus bak debu, kemudian larut dalam rinai-rinai air mataku yang kian deras.
Oh Tuhan adakah aku tak sejalan dengannya?? Hingga dia pergi..pergi begitu saja…
Aku kecewa?? ya, aku sangat kecewa. Namun aku tetap tak lagi dapat membohongi perasaanku, bahwa dia adalah cahayaku…
satu detik, satu menit, satu jam, satu hari, satu minggu, satu bulan, satu tahun, aku bergulat dengan semua air mataku yang kian membisu.
Dan tanpa kusadari, seseorang datang menyelamatkanku, aku menyebutnya guardian.. My guardian….
Aku tak menyalahkan kedatangannya, karena memang aku yang menerimanya.. Aku berharap dialah yang akan sejalan denganku, walaupun sesungguhnya aku masih mencintainya dan menyimpan harapan penuh padanya..pada cahayaku…
Tapi dia, seperti mencintaku sepenuh hati.. Sehingga membuatku menanamkan terlalu banyak harapan padanaya..
Tapi ternyata… Cinta ini kembali menyakitkanku..saat semuanya baik-baik saja………seperti cahayaku, dia menghilang!! Secepat kilat yang saat ini menghanguskan mimpi-mimpiku dalam sekejap!!
Dan saat aku mendapatinya.. Dia telah bersama bintang yang lainnya…
Cahayaku redup, seperti semangatku….
Semuanya… mimpi dan air mata ini menjatuhkan aku, hingga aku bersimpuh..dan tak lagi mampu bertumpu pada kakiku sendiri.
kuakui aku rapuh…
Aku sadar.. Aku salah.. Tapi apakah ini..jalan yang harus ku tempuh…
Aku terisak dalam hening malam, benarkah tak ada lagi cinta untukku??
Bahkan rembulan pun tak mau lagi menyinari kegelapanku…..
the black… dalam kegelapanku..menawarkan aku untuk masuk kedalam hidupnya, dan entah mengapa aku mau… aku setuji.. walaupun aku hanya berniat membantunya untuk keluar dari bayang-bayang masa lalunya yang memilukan…
Tapi…benih-benih itu mulai tumbuh di hatinya……
di saat yang bersamaan pula, cahayaku kembali!!!!
Cahayaku….aku sangat merindukanmu…
Saat dia kembali, aku tak mampu menanyakan mengapa dia pergi… seketika lidahku kelu!!!
Sementara the black, terus menggantungkan berjuta harap padaku……
Dan..guardianku……terus terbang di hadapanku bersama sayapnya yang baru…. Sayap barunya yang bisa menggenggamnya kapan saja dia ingin… Tidak seperti aku… yang terpisah gunung dan lautan..bermil-mil…..
Sungguh….the black..aku sulit mengiyakanmu.. hatiku masih terlalu amat sangat berat pada cahayaku, juga guardianku….
Aku tidak menyalahkan semua rasa sayangmu…. semua perhatianmu.. tapi mungkin belum saatnya hatiku menerima semua itu….
Sungguh….aku hancur setelah tau….ada sayap baru yang menemanimu terbang setiap saatnya……bahkan dihadapanku…..
Dan sungguh…aku bahagia saat cahayaku kembali…..Tapi apakah aku masih sanggup untuk bertahan dengan semua kekuranganku, dan dengan segala kelebihannya…
Tapi aku….
masih goyah……siapa yang harus aku tangguhkan…
Diantara tiga cinta yang menghantuiku…
Ku harap saat aku membuka kedua mataku esok hari, aku akan menemukan jawabannya….
Cahayaku..Guardianku…aku cinta kalian…
Sekarang aku mengerti….
Cinta, rasa sayang, adalah satu-satunya hal yang dapat bercabang, tanpa harus berkurang sedikitpun.
^jayapura,dec, 18-2008